Penguatan Kapasitas Kelompok Tani melalui Pelatihan Pembuatan Elisitor Biosaka sebagai Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Desa Jetis Kabupaten Temanggung
DOI:
10.25047/agrimas.v5i2.74Downloads
Abstract
Petani di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung masih sangat bergantung pada pupuk kimia, sementara pengetahuan mereka tentang inovasi pertanian berbasis sumber daya lokal masih terbatas. Oleh karena itu, dilaksanakan pengabdian berupa pelatihan pembuatan elisitor Biosaka bagi Kelompok Tani Desa Jetis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membuat serta memanfaatkan Biosaka sebagai inovasi pertanian yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan, pelatihan dan praktik pembuatan Biosaka dari tanaman sehat atau rerumputan sekitar lahan, serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta bahwa Biosaka merupakan perangsang pertumbuhan tanaman, bukan pupuk, dan peserta mampu membuat Biosaka secara mandiri serta berminat menerapkannya pada musim tanam berikutnya. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Desa Jetis serta membuka peluang praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Keywords:
Biosaka Elisitor Pertanian Berkelanjutan Pemberdayaan PetaniReferences
[1] M. Ansar, R. Manurung, H. Barki, S. Suwandi, R. Pambudy, F. Fahmid, and M. S. E. Imam, Elisitor Nuswantara Biosaka: Terobosan Pertanian Menuju Tanah Nusantara Land of Harmony, 1st ed. Bogor: IPB Press, 2023.
[2] F. Azhimah, C. L. Saragih, W. Pandia, N. Br. Sembiring, E. P. Ginting, and H. P. Sitepu, “Sosialisasi dan aplikasi pembuatan Biosaka di lahan hortikultura Kabupaten Karo,” J. Pengabdian Masyarakat Bangsa, vol. 1, no. 5, pp. 216–224, 2023. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i5.95
[3] A. N. Mukhlisah, “Penerapan prinsip Participatory Learning and Action untuk memberdayakan masyarakat pada Kelompok Wanita Tani Melati di Kelurahan Kalebajeng Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa,” 2023.
[4] E. Susanti, I. R. Mahmudah, and Y. S. Makiyah, “Edukasi dan pelatihan pembuatan Biosaka untuk mengurangi ketergantungan pupuk dan pestisida kimia,” Bubungan Tinggi: J. Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 4, pp. 1705–1716, 2023, https://doi.org/10.20527/btjpm.v5i4.9916
[5] S. E. Wulandari, N. W. D. Agustina, M. D. Putri, A. Arifin, E. S. K. Toha, A. H. Romadhoni, and I. Suprapti, “Penerapan teknologi inovasi pembuatan pupuk Biosaka di Desa Ellak Laok Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep,” J. Ilmiah Pangabdhi, vol. 9, no. 1, pp. 16–21, 2023, OI: https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v9i1.17333
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Hilmy Abdussalam, Amalia Salwa Hanum, Rahmadhani Eka Nuria, Addina Amalia, Aulia Sinta Arianti, Prime Mustofa Adeyan, Nur Hanifah, Ghifary Rahadian, Wahyu Aji Saputra, Listhia Hardiati Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercially.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
