Penerapan MOB 6 untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Kotoran Ternak di Kecamatan Kuranji, Padang

Authors

Mimien Harianti , Gusnidar , Aprisal , Lusi Maira , Gusmini , Oktanis Emalinda , Nofrita Sandi , Nurul Hijri , Retno Meitasari , Zuldadan Naspendra

DOI:

10.25047/agrimas.v5i1.69

Downloads

Received: 22 Apr 2026
Accepted: 25 Apr 2026
Published: 28 Apr 2026

Abstract

Kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik dapat melepaskan gas rumah kaca (GRK), khususnya metana (CH₄) dan dinitrogen oksida (N₂O), yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan perubahan iklim. Peternak skala kecil seringkali kekurangan teknologi tepat guna untuk mempercepat penguraian pupuk kandang sekaligus meminimalkan emisi. Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan MOB 6, konsorsium mikroorganisme yang dikembangkan secara lokal, untuk mendukung pengelolaan pupuk kandang ramah lingkungan di Kelompok Peternak Rimbo Tarok Jaya, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari (1) koordinasi awal dengan kelompok tani, (2) sesi edukasi tentang emisi GRK dan manfaat MOB 6, (3) demonstrasi produksi MOB 6, dan (4) penerapan langsung MOB 6 pada kotoran sapi segar diikuti dengan praktik pengomposan terpandu. Kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis petani dalam menyiapkan dan menerapkan MOB 6, mengurangi bau pupuk kandang, dan mendorong pengomposan lebih cepat. Program ini menunjukkan bahwa teknologi MOB 6 dapat berfungsi sebagai strategi praktis dan berbiaya rendah untuk meningkatkan pengelolaan limbah ternak yang berkelanjutan sekaligus mendukung mitigasi emisi gas rumah kaca di tingkat masyarakat.

Keywords:

MOB 6 MOL pupuk kandang pengomposan emisi gas rumah kaca

References

[1] Badan Litbang Pertanian. (2015). Teknologi pengelolaan limbah peternakan ramah lingkungan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

[2] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2020). Statistik peternakan dan kesehatan hewan 2020. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

[3] Fitriani, A., & Suryani, E. (2020). Pengaruh pemberian bioaktivator mikroorganisme lokal (MOL) terhadap proses dekomposisi kotoran sapi. Jurnal Ilmu Peternakan Terapan, 3(2), 45–52.

[4] Hidayat, R., & Syahputra, M. (2019). Emisi gas rumah kaca dari limbah ternak sapi di lahan pertanian organik. Jurnal Lingkungan dan Pertanian, 8(1), 22–30.

[5] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Inventarisasi emisi gas rumah kaca sektor pertanian. KLHK RI.

[6] Sutanto, A. (2002). Pertanian organik: Menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Kanisius.

[7] Yulianti, E., & Ramadhani, M. (2021). Efektivitas penggunaan mikroorganisme lokal dalam pembuatan pupuk organik cair dari kotoran sapi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 187–194.

Author Biographies

Mimien Harianti, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Gusnidar, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Aprisal, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Lusi Maira, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Gusmini, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Oktanis Emalinda, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Nofrita Sandi, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Nurul Hijri, Politeknik Negeri Sriwijaya

Author Origin : Indonesia

Retno Meitasari, Politeknik Negeri Sriwijaya

Author Origin : Indonesia

Zuldadan Naspendra, Universitas Andalas

Author Origin : Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

How to Cite

Harianti, M., Gusnidar, Aprisal, Maira, L., Gusmini, Emalinda, O., … Naspendra, Z. (2026). Penerapan MOB 6 untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Kotoran Ternak di Kecamatan Kuranji, Padang. Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian, 5(1), 5–10. https://doi.org/10.25047/agrimas.v5i1.69

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.