Pendampingan Eksplorasi dan Pemetaan Potensi Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat Jember sebagai Desa Agroeduwisata melalui Pendekatan Permakultur
DOI:
10.25047/agrimas.v4i1.60Downloads
Abstract
Desa Glagahwero, yang terletak di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang kaya untuk dikembangkan sebagai desa agroeduwisata. Namun, belum adanya pemetaan potensi secara sistematis menjadi hambatan utama dalam pengembangannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam memetakan potensi desa melalui pendekatan permakultur yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, sosialisasi dan integrasi potensi desa baik aktual maupun potensial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengidentifikasi potensi ekologis, sosial, dan ekonomi lokal secara mandiri. Selain itu, pemahaman masyarakat terhadap konsep permakultur meningkat, dan terbentuknya rencana pengembangan desa agroeduwisata berbasis lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan Masyarakat.
Keywords:
Agroedutourism, participatory mapping, permaculture, potential villageReferences
[1] Sugiman, “Pemerintah Desa,” Binamulia Hukum, no. 1, Jul. 2018, doi: https://doi.org/10.37893/jbh.v7i1.316.
[2] A. B. Oktaviani and E. Yuliani, “Dampak Pengembangan Pariwisata terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat,” Jurnal Kajian Ruang, vol. 3, no. 1, Mar. 2023, doi: http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v3i1.22574.
[3] R. Astuti, I. P. Gede, Agusman, S. Idrus, and L. Masyhudi, “Potensi Pengembangan Perkebunan Vanili sebagai Agrowisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Genggelang Lombok Utara,” JRT: Journal Of Responsible Tourism, vol. 2, no. 2, Nov. 2022, doi: https://doi.org/10.47492/jrt.v2i2.2170.
[4] A. Kader and D. Abd. Radjak, “Pembangunan Ekonomi Masyarakat Melalui Agrowisata,” Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik, vol. 2, no. 1, p. 67, Apr. 2020, doi: 10.33474/jisop.v2i1.4997.
[5] E. Djuwendah, T. Karyani, Eliana, Wulandari, and Pradono, “Peningkatan Kapasitas Petani Pengelola Agrowisata dalam Mendukung Agrowisata Berkelanjutan,” Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, vol. 12, no. 2, pp. 306–313, 2023, doi: https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i2.39019.
[6] D. Qotrunnada and M. Ansori, “Analisis Hubungan Tingkat Partisipasi Masyarakat dengan Ekonomi Lokal dalam Pengembangan Agroeduwisata (Kasus: Kampung Agroeduwisata Organik Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat),” Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], vol. 7, no. 1, pp. 53–71, May 2023, doi: 10.29244/jskpm.v7i1.1059.
[7] N. D. Novikarumsari and S. Amanah, “Pengembangan Model Agroeduwisata Sebagai Implementasi Pertanian Berkelanjutan,” Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development, vol. 1, no. 2, pp. 67–71, 2019, doi: https://doi.org/10.23960/jsp.v1i2.14.
[8] E. Nurjati, “Strategi Pengembangan dalam Pemenuhan Konsumsi Pangan Sivitas Yayasan Permaculture,” Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, vol. 28, no. 3, pp. 335–343, Apr. 2023, doi: 10.18343/jipi.28.3.335.
[9] M. D. N. Aisyah, A. Trisnani, E. D. I. wilujeng, M. R. Adnan, A. L. Alwi, and J. Timur, “Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Produk Eco-enzyme di Desa Dadapan Organic Waste Management to Eco-enzyme Product in Dadapan Village,” vol. 9, no. 3, pp. 703–709, 2024, doi: 10.30653/jppm.v9i3.857.
[10] E. D. I. Wilujeng, R. N. Kusumaningtyas, A. L. Alwi, and M. R. Adnan, “Peningkatan Wawasan Mahasiswa Politeknik Negeri Jember melalui Edukasi Peran Bahan Organik dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 3, no. 7, p. 1555, 2023, doi: https://doi.org/10.53625/jabdi.v3i7.6929.
[11] E. Daru Ika Wilujeng, M. Rosyadi Adnan, D. Rahmawati, N. Ermawati, P. Pembuatan Pupuk Organik Cair sebagai Upaya Penanganan Degradasi Lahan Pertanian di Desa Glagahwero, and J. Elly Daru Ika Wilujeng, “OPEN ACCESS A Training Program for Liquid Organic Fertilizer Production to Mitigate Agricultural Land Degradation in Glagahwero Village,” Community Service, 2024.
[12] S. Sakiah, T. Ningsih, and B. Pratomo, “Bank Pupuk Organik: Pengelolaan Limbah Ternak, Dapur, dan Pertanian sebagai Implementasi Ekonomi Sirkular di Desa Kandangan,” Jurnal Dinamika Pengabdian, no. 1, pp. 113–124, Oct. 2024, doi: https://doi.org/10.20956/jdp.v10i1.36438.
[13] Purwanta, P. D. Chotimah, F. I. S. Putra, and A. Atha, “Edukasi Berbasis Teknologi dalam Mengembangkan Daya Tarik Agro-eduwisata di Kebun Refugia Magetan: Konstruksi Situs Web dan Kartu Tanda Tanaman,” Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, vol. 3, no. 1, pp. 184–192, May 2025, doi: 10.22146/parikesit.v3i1.17215.
License
Copyright (c) 2025 Elly Daru Ika Wilujeng, Moch. Rosyadi Adnan, Dwi Rahmawati, Netty Ermawati, Mahindra Dewi Nur Aisyah, Trisnani Alif, Restiana Maulinda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercially.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.
